Teori Terbentuknya Tata Surya

Standard

setelah beberapa bulan aku ngeblog, rasanya aku ingin menjadikan ngeblog ini bukan hanya sekedar iseng atau semata hanya untuk tugas sekolah. aku berinisiatif ingin menjadikan blog ini sebagai tempat untuk berbagi ilmu. dan setelah sekian lama, aku ingin mencari keahlianku untuk berbagi ilmu dalam satu bidang yang akan aku tekuni. akhirnya, aku berhasil menemukan bidang yang bagiku menarik dan ingin sekali aku pelajari, yaitu tentang alam semesta.

kali ini aku akan membahas tentang beberapa teori yang menyebutkan tentang terbentuknya tata surya.

  1. Teori Nebula
    Immanuel kant (1749-1827), seorang ilmuwan filsafat Jerman membuat suatu hipotesis atau teori tentang terbentuknya tata surya. Menurut Kant, di jagad raya terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan sehingga lama-kelamaan bagian tengah kabut itu berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian membentuk matahari, dan bagian kabut di sekelilingnya membentuk planet-planet, satelit, dan benda-benda langit lainnya. Seorang ilmuwan fisika Prancis bernama Pierre Simon de Laplace, mengemukakan teori yang hampir sama, pada waktu yang hampir bersamaan. menurut Laplace, tata surya berasal dari kabut panas yang berputar sehingga membentuk gumpalan kabut, yang pada akhirnya bentuknya menjadi bulat seperti bola besar. Akibat putarannya itu, bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar pada bagian ekuatornya. kemudian, massa gas pada ekuatornya menjauh dari gumpalan intinya membentuk cincin-cincin yang melingkari intinya. dalam jangka waktu yang cukup lama cincin-cincin itu berubah menjadi gumpalan padat. gumpalan kecil-kecil inilah yang membentuk planet-planet dengan satelitnya dan benda langit lainnya, sedangkan inti kabut itu tetap berbentuk gas yang pijar yang akhirnya di simpulkan sebagai matahari. Persamaan kedua teori di atas terletak pada material asal pembentuk tata surya, yaitu kabut (Nebula), sehingga kedua teori itu disebut teori Nebula atau teori kabut. proses terjadinya tata surya berdasarkan teori Nebula dapat digambarkan sebagai berikut:
  2. Teori Planetesimal
    Teori Planetesimal dikembangkan oleh Thomas C. Chamberlin dan Fores R. Moulton pada tahun 1905. Menurut teori ini, matahari merupakan benda yang sudah ada di antara bintang-bintang yang lain. Pada suatu waktu, ada sebuah bintang yang mendekati matahari. Ketika bintang tersebut berpapasan dengan matahari, ada bagian dari matahari yang tertarik ke arah bintang tersebut karena adanya gaya tarik gravitasi yang bekerja di antara bintang dan matahari, sehingga terbentuk semacam sayap matahari. Ketika bintang tersebut menjauh dari matahari, gaya gravitasi yang bekerja semakin melemah sehingga bagian-bagian dari sayap matahari tersebut ada yang kembali ke matahari, tetapi ada yang membeku dan tidak kembali ke matahari. Bagian-bagian yang tidak kembali membentuk gumpalan yang disebut planetesimal. Setelah lama, beberapa gumpalan menyatu membentuk planet-planet yang bergerak mengelilingi matahari. Kelemahan teori ini adalah bahwa semestinya, gas-gas yang tertarik ke arah bintang tidak berputar mengelilingi matahari, tetapi lebih mungkin melayang bebas di angkasa.
  3. Teori Pasang Surut Bintang
    Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet, Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.
  4. Teori Kondensasi
    Hipotesis kondensasi dikemukakan oleh seorang astronom Belanda yang bernama Gerald Peter Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950.di dalam Hipotesis kondensasi, Kuiper menjelaskan bahwa tata surya itu mulanya terbentuk dari bola kabut raksasa yang terus berputar dalam jangka waktu yang sangat lama sampai akhirnya membentuk cakram raksasa. Bagian tepi cakram yang terbentuk oleh putaran tersebut berupa gas dan debu. Gas dan debu tersebut kemudian saling bertarikan, sehingga terbentuklah gumpalan-gumpalan. Gumpalan-gumpalan ini disebut protoplanet, protoplanet ini lambat laun semakin dingin dan juga semakin padat,sehingga pada akhirnya membentuk planet.
  5. Teori Bintang Kembar
    Teori ini diberi nama teori bintang kembar karna Lyttleton beranggapan bahwa tata surya ( matahari dan planet ) terbentuk dari dua buah bintang, yang kemudian salah satunya hancur dan membentuk panet dan yang lainnya menjadi bintang ( matahari ) adapun alasan dari pendapat ini karena setelah penelitian terhadap tata surya lain ternyata ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karna itulah Lyttleton beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meladaknya bintang kembar. Pada awalnya di tata surya kita ada dua buah bintang kembar yaitu matahari dan kembarannya. Entah karena sebab apa kemudian lama kelamaan kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan ledakan kecil hinga pada suatu ketika kemudian kembaran dari matahari tersebut benar – benar meledak menjadi serpihan – serpihan kecil dan debu – debu. Serpihan dan debu tersebut kemudian terperangkap oleh gaya gravitasi matahari, namun tidak tersedot masuk. Kemudian debu – debu yang terbentuk berkumpul dan mempilin sehingga membentuk planet dan serpihan – serpihan batuan membentuk jalur asteroid yang memisahkan  planet dalam dan luar.
  6. Teori Big Bang
    Terbentuknya alam semesta dan tata surya diawali dari dentuman yang dahsyat meledak, menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen, hasil ledakan berupa debu dan awan hidrogen membentuk bintang-bintang. Matahari merupakan salah satunya. Akibat adanya gaya gravitasi antarmolekul menyebabkan terjadinya gerakan memutar, bagian pusat menjadi Matahari, sedangkan gumpalan lainnya menjadi planet-planet. Ketika daya pancar sinar matahari semakin besar, selubung gas yang letaknya lebih dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat. Planet yang atmosfernya tersapu bersih adalah merkurius dan venus, sedangkan bumi merupakan planet ketiga yang berjarak ideal. TEORI BIG BANG ADALAH TEORI YANG DIANGGAP PALING BENAR.

About Irene Rifdah

Saya adalah seorang manusia biasa yang menjalankan kehidupan normal biasa dan saat ini sedang mengenyam pendidikan di SMAN 3 Malang. Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga bermanfaat.

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s