Komet yang Pernah Terlihat di Bumi

Standard

masih seputar tata surya, kali ini saya akan membahas tentang beberapa komet yang pernah muncul dan terlihat di bumi. antara lain komet Halley, Komet Ikeya-Seki, komet Hale-Bopp, komet Encke, komet Hyakutake, dan komet Lulin.😀

  1. Komet Halley
    Komet Halley adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang, dan karenanya merupakan komet yang tampak dengan mata telanjang yang pasti kembali dalam rentang umur manusia. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai obyek yang sama sampai abad ke-17. Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061.
  2. Komet Encke
    Komet Encke (secara resmi dinamai 2P/Encke) adalah sebuah komet periodik dengan periode 3,3 tahun, dinamai menurut Johan Franz Encke, yang melalui studi kerasnya pada orbit komet tersebut dan melalui banyak perhitungan dapat menghubungkan pengamatan terdahulu pada 1786 (2P/1786 B1), 1795 (2P/1795 V1), 1805 (2P/1805 U1) dan 1818 (2P/1818 W1) pada satu obyek yang sama. Pada 1819 ia menerbitkan kesimpulannya pada jurnal Correspondance astronomique, dan memprediksi dengan tepat kemunculan sang komet pada 1822 (2P/1822 L1). Dari penyebutan nama resminnya, dapat diketahui bahwa Encke adalah komet periodik kedua yang ditemukan setelah Komet Halley (yang dikenal juga sebagai 1P/Halley). Tidak seperti biasanya, komet Encke dinamai berdasarkan orang yang berhasil menghitung orbitnya dan bukan yang menemukannya.
  3. Komet Hale-Bopp
    Komet Hale-Bopp ditemukan pada tanggal 23 Juli tahun 1955 pada jarak yang cukup jauh dari matahari. Komet Hale-Bopp atau disebut juga komet C/1995 O1 adalah salah satu komet yang masih diperdebatkan di abad ke dua puluh ini. Hale Bopp merupakan salah satu komet terterang atau tercerah yang dapat terlihat selama beberapa dekade ini. Komet ini dapat terlihat oleh mata telanjang selama 18 bulan. Dua kali lipat komet 1811.
  4. Komet Hyakutake
    Komet Hyakutake (kode resmi: C/1996 B2) adalah sebuah komet yang ditemukan pada 30 Januari 1996 oleh seorang pengamat astronomi amatir asal Jepang, Yuji Hyakutake. Komet ini melintasi bumi dalam jarak yang sangat dekat pada Maret tahun tersebut (paling dekat pada 25 Maret), salah satu lintasan komet yang terdekat dalam 200 tahun, sehingga tampak terang dan dapat dilihat oleh banyak orang di sepanjang dunia. Hasil penelitian ilmiah terhadap komet ini menunjukkan adanya emisi sinar-X dari komet tersebut; pertama kalinya sebuah komet diketahui melakukan hal tersebut. Selain itu, Hyakutake adalah komet dengan ekor terpanjang yang diketahui hingga kini. Hyakutake adalah sebuah komet periode panjang. Sebelum perjalanannya melewati tata surya, periode orbitnya mencapai sekitar 15.000 tahun, namun pengaruh gravitasi dari planet-planet raksasa (atau “raksasa gas,” yang terdiri dari Jupiter, Saturnus,  Uranus, dan Neptunus) telah meningkatkannya hingga 72.000 tahun.
  5. Komet Lulin
    WASHINGTON, SENIN – Langit malam awal pekan ini akan diramaikan dengan kunjungan Komet Lulin untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pengamatan astronomi ke pusat tata surya. Komet tersebut akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dan ada kemungkinan dapat diamati dengan mata telanjang. Nama Lulin diambil dari nama observatorium yang pertama kali dipakai untuk mengamatinya. Komet Lulin yang juga disebut C/2007 N3 direkam pertama kali oleh astronom Taiwan Lin Chi-Seng pada 11 Juli 2007 dari Observatorium Lulin di Nantou, Taiwan. Awalnya dikira asteroid, namun diidentifikasi sebagai komet baru oleh Ye Quanzhi, mahasiswa Universitas Sun Yat-sen China dari tiga foto yang direkam Lin. “Tidak seperti komet-komet lainnya yang pernah terlihat dari Bumi, yang satu ini belum pernah berada pada jarak sedekat ini dengan Matahari sebelumnya,” ujar Donald Yeomans, manajer program Objek Dekat (NEO) Bumi NASA. Sekali melenting di Matahari, kecepatannya akan bertambah dan segera meninggalkan pusat orbit parabolanya ke tepian tata surya. Lulin telah mengelilingi Matahari di jarak orbit terdekat pada 10 Januari 2009 lalu dan sejak saat itu terlihat makin terang dari Bumi. Komet tersebut akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sejauh 61 juta kilometer pada Selasa (24/2). Saat mendekati pusat tata surya, panas Matahari telah memanaskan permukannya yang terdiri dari campuran debu, gas, dan es. Hasil pengamatan NASA menunjukkan, komet tersebut melepaskan uap air ke ruang angkasa yang setara dengan air sebanyak satu kolam renang bersatndar Olimpiade setiap 15 menit. Komet berwarna kehijauan dengan “dua ekor” bernama Lulin akan berada di posisi terdekat dengan bumi, Selasa pukul 22.43 waktu Amerika bagian timur (ET) atau sekitar Rabu pagi WIB. Dengan jarak 38 mil atau sekitar 61 juta kilometer, Komet Lulin bisa dilihat dengan mata telanjang. Ini karena bintang berekor yang juga dikenal sebagai “komet hijau” ini akan mencapai tingkat warna paling terang dan laju paling cepat saat berjarak 38 mil dari Bumi kira-kira pada pukul 22.43 ET. Komet Lulin ditemukan pertama kali 11 Juli 2007 lalu oleh Quanzhi Ye, mahasiswa Universitas Sun Yat Sen, China, saat sedang mempelajari foto hamparan bintang hasil jepretan astronom Taiwan, Chi Sheng Lin, di Lulin Observatory. Seperti dikutip dari laman News-Press, Selasa 24 Februari 2009, Lulin akan tampak terang saat dilihat dari mulai senja hingga fajar di berbagai belahan bumi. Jika dipandang jauh dari gemerlap lampu kota, maka Lulin bisa dilihat dengan mata telanjang. Selain itu, maka teleskop atau binokuler bisa digunakan. Bintang berekor ini dapat ditemukan di bawah planet Saturnus, di konstelasi Leo. Lulin akan bergerak dengan kecepatan 60 ribu mph (mil per jam), cahaya benda langit ini akan sangat terang. Namun itu relatif. “Karena sangat dekat dengan bumi, seharusnya Lulin menjadi komet paling terang. Tetapi hal itu tergantung lokasi kita saat melihatnya. Jika melihat dari daerah pedesaan Lulin akan terlihat sangat terang,” kata Rich Talcott, seorang pemimpin redaksi majalah Astronomy. Ahli perbintangan mengatakan, Lulin akan tampak seperti bola mungil dengan dua ekor, satu ekor di depan, dan satu lagi di belakang. Satu ekor berpendar dan ekor lain mengarah ke matahari. Ini yang menjadikan Lulin berbeda dengan komet lain yang biasanya hanya memiliki satu ekor. Lulin mengorbit berlawanan arah dengan orbit planet. Nuansa kehijauan Lulin berasal dari jenis gas beracun, karbon dan cyanogen. Cahaya hijau yang dipancarkannya merupakan daya tarik komet Lulin. Warna tersebut berasal dari gas yang menyelimuti atmosfernya. Gas yang memancar dari inti komanya mengandung cyanogen (CN), jenis gas beracun yang banyak terkandung dalam komet, dan diatom karbon (C2). Keduanya menyala hijau saat terpapar cahaya Matahari di ruang hampa. Selain itu, Komet Lulin seolah-seolah memiliki dua ekor. Jika dilihat dari Bumi, selain ekor utama (tail) yang mengarah menjauhi Matahari juga terdapat ekor di depan mengarah ke Matahari yang disebut antitail. Hal tersebut akibat ilusi optik yang terjadi saat Bumi pengamatan sejajar dengan garis orbitnya. Ia juga akan tampak bergerak cepat dan berpindah dari posisinya terhadap bintang-bintang yang ada di latar belakangnya. Hal ini karena arah gerak komet yang berkebalikan dengan arah gerak Bumi di tata surya. “Jika planet-planet dan objek lain di tata surya mengelilingi Matahari berlawanan arah jarum jam, Lulin mengelilingi searah jarum jam,” ujar astronom NASA Stephen Edberg. Karena memiliki lintasan orbit parabola yang sangat besar, Komet Lulin mungkin jarang sekali mendekat Matahari. Kandungan gas murni yang terbentuk sejak komet itu lahir di awal pembentukan tata surya diperkirakan masih sangat banyak. Pengamatan terhadap gas yang dipancarkan selama “mengunjungi” Matahari akan membantu para ilmuwan menungkap rahasia kelahiran tata surya.
  6. Komet Ikeya-Seki
    Komet Ikeya-Seki yang memiliki kode C/1965 S1 adalah priode kedatangan Komet terpanjang dan terlama yang pernah terlihat dari Bumi. Komet ini pertama sekali teramati oleh dua astronomer Jepang bernama Kaoru Ikeya dan Tsutomu Seki sebagai objek teleskopik samar pada 18 September 1965. Dari perhitungan kedua astronom tersebut, diperkirakan dari orbitnya bahwa pada tanggal 21 Oktober komet ini akan bergerak melalui matahari dengan jarak yang dekat sekali yaitu 450.000 Km diatas permukaan matahari. Komet ini merupakan bagian dari Kreutz Sun Grazers dan akan tampak terang dan jelas sekali terlihat dari bumi. Perhitungan tersebut tepat, Komet Ikeya-Seki itu betul-betul menampakkan diri tepat sesuai dengan prediksi dan hadir sebagai Komet paling terang yang pernah terlihat sepanjang sejarah modern dunia dengan panjang ekornya mencapai 112.654.080 KM. Misteri Komet Ikeya-Seki:
    Kehadiran Komet Ikeya-Seki yang dapat dilihat secara mata telanjang dan penampakannya berlangsung berhari-hari membuat beredar isu kala itu bahwa akan terjadi sebuah mala petaka besar. Isu itu kian membuat ngeri ketika orang-orang dapat menyaksikan secara jelas ekor Komet Ikeya-Seki yang tampak begitu besar dan seolah-olah akan membelah angkasa. Sampai saat ini kedatangan Komet Ikeya-Seki juga selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa Gerakan 30 September atau yang dikenal juga dengan istilah G 30 S, yaitu sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. Penampakan Komet Ikeya-Seki berhari-hari yang dimulai semenjak 21 Oktober 1965 dan berakhir pada bulan tersebut yang kemudian menyusul Gerakan 30 September membuat misteri Komet Ikeya-Seki masih menjadi pertanyaan besar sampai saat ini. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa pada kepercayaan masyarakat yang mengaitkan kedatangan komet dengan munculnya bencana, seperti wabah, peperangan, dan paceklik sudah lama berlangsung. Dalam rekaman Babad Tanah Jawi dikisahkan pertarungan keris pusaka Kyai Sangkelat dan Kyai Condongcatur milik kerajaan Majapahit. Ternyata, Kyai Condongcatur kalah dan ujung kerisnya patah. Kemudian oleh Prabu Brawijaya, Raja Majapahit waktu itu, keris itu diperbaiki dengan cara ditempa. Sesaat akan dipalu, Kyai Condongcatur melesat ke langit, berubah menjadi komet dan mulai melakukan balas dendam dengan menurunkan bencana. Contoh lain yang mengaitkan antara kedatangan Komet dengan becana selain kedatangan Komet Ikeya-Seki yang berimbas kepada terjadinya G 30 S di Indonesia, juga pernah tercatat kejatuhan kerajaan Normandia pada tahun 1066 oleh kerajaan Inggris dan kejadian itu juga ditandai dengan terjadinya kedatangan sebuah Komet besar. Secara ilmiah memang misteri kedatangan Komet Ikeya-Seki dengan kejadian G 30 S tidak berkaitan. Namun karena kedua kejadian tersebut telah terjadi hampir secara bersamaan, membuat misteri ini tetap menjadi pertanyaan besar, khususnya bagi mereka yang saat kejadian tersebut sudah dapat menyaksikan terjadinya kedua kejadian besar yang pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia.

About Irene Rifdah

Saya adalah seorang manusia biasa yang menjalankan kehidupan normal biasa dan saat ini sedang mengenyam pendidikan di SMAN 3 Malang. Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s