Pengaruh Kebudayaan Bacson-Hoabinh dan Sa Huynh di Indonesia

Standard

Kali ini aku masih membahas tentang sejarah, yaitu pengaruh kebudayaan Bacson-Hoabinh dan Sa Huynh di Indonesia.

Pengaruh budaya Bacson-Hoabinh terhadap perkembangan budaya masyarakat awal kepulauan Indonesia merupakan suatu budaya besar yang memiliki situs-situs temuan di seluruh daratan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pengaruh utama budaya Hoabihn terhadap perkembangan budaya masyarakat awal kepulauan Indonesia adalah berkaitan dengan tradisi pembuatan alat terbuat dari batu. Beberapa ciri pokok budaya Bacson-Hoabinh ini adalah pembuatan alat kelengkapan hidup manusia yang terbuat dari batu. Batu yang dipakai untuk alat umumnya berasal dari batu kerakal sungai. Alat batu ini telah dikerjakan dengan teknik penyerpihan menyeluruh pada satu atau dua sisi batu. Hasil penyerpihan menunjukkan adanya keragaman bentuk. Ada yang berbentuk lonjong, segi empat, segi tiga dan beberapa diantaranya ada yang berbentuk berpinggang. Pengaruh budaya Hoabihn di Kepulauan Indonesia sebagian besar terdapat di daerah Sumatra. Hal ini lebih dikarenakan letaknya yang lebih dekat dengan tempat asal budaya ini. Situs-situs Hoabihn di Sumatra secara khusus banyak ditemukan di daerah pedalaman pantai Timur Laut Sumatra, tepatnya sekitar 130 km antara Lhokseumawe dan Medan. Sebagian besar alat batu yang ditemukan adalah alat batu kerakal yang diserpih pada satu sisi dengan bentuk lonjong atau bulat telur. Dibandingkan dengan budaya Hoabihn yang sesungguhnya, pembuatan alat batu yang ditemukan di Sumatra ini dibuat dengan teknologi lebih sederhana. Ditinjau dari segi perekonomiannya, pendukung budaya Hoabihn lebih menekankan pada aktivitas perburuan dan mengumpulkan makanan di daerah sekitar pantai.

Kebudayaan Sa Huynh adalah kebudayaan pantai dan berkembang di akhir zaman logam, sekitar 600 SM – 1 M. Kebudayaan Sa Huynh adalah saksi bisu dari pada keberadaan tiga periodasi zaman logam yang pernah terjadi. Teknologi yang digunakan Kebudayaan Sa Huynh untuk membuat logam dicurigai merupakan hasil perkenalan dan pengaruh dari kebudayaan China. Benda perunggu yang ditemukan di wilayah Sa Huynh  berupa seperti gelang dan lonceng. Dua benda logam tersebut disinyalir ikut mempengaruhi kebudayaan dan keberadaan lonceng dan gelang di Indonesia.

About Irene Rifdah

Saya adalah seorang manusia biasa yang menjalankan kehidupan normal biasa dan saat ini sedang mengenyam pendidikan di SMAN 3 Malang. Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s